SUARA SUMBANG BUAT GUSDUR
Siapa sih yang gk kenal dengan tokoh kondang ini? mantan presiden yang juga dikenal sebagai Kyai besar dari salah satu partai politik islam di negara indonesia tercinta ini. tulisan ini bukan bermaksud mengkritik Sang Kyai. tidak sama sekali. cuman saya ingin memberikan pendapat, pandangan dan data atas statement sang kyai yang menurut pendapat saya (yang didukung dengan referensi - referensi) ada kekeliruan dan terkesan kontroversial. Bukan sekali atau dua kali sang kyai mengeluarkan statemen yang menimbulkan perdebatan bahkan konflik. Banyak yang lain. mulai dari mengganti Assalamualaikum" dengan "Selamat pagi", Membekukan DPR/MPR pas menjabat sebagai presiden, ancaman Pemberontakan nasional jika dirinya tidak dicalonkan jadi presiden ,menolak RUU APP dan mendukung Inul Daratista dan masih banyak lagi. Dan yang terakhir yang paling yang sempat membuat gempar dan menurut saya adalah yang paling parah adalah statement beliau yang mengatakan bahwa "Al-Qur’an adalah kitab suci yang paling porno". Statemen tersebut telah melukai dan menyakiti perasaan umat Islam. Dan statemen inilah yang akan saya singgung.
DIAWALI DENGAN BERFIKIR POSITIF PADA KISAH ABU NAWAS
itu, Raja Harun Al-Rasyid tidak jadi marah kepada Abu Nawas. Kemudian Raja Harun Al-Rasyid menanyakan kembali apa maksud dari kalimat "suka pada fitnah". Kemudian Abu Nawas menjelaskan bahwa Istri dan anak perempuan adalah sumber fitnah yang sangat besar. Artinya Raja Harun Al-Rasyid suka pada fitnah maksudnya adalah suka atau mencintai istri dan anak perempuannya. Akhirnya Raja harun Al-Rasyid tidak jadi menghukum Abu Nawas bahkan memberikan sejumlah hadiah kepada Abu Nawas.
Cerita di atas menunjukkan bahwa abu nawas memiliki maksud tersembunyi dari perkataanyya. Di awal jelas bahwa perkataannya membuat sang raja geram. Tetapi setelah dijelaskan, ternyata tidak seperti yang diucapkan. dan wal hasil, sang raja tidak jadi marah malah memberikan hadiah kepada Abu nawas setelah abu nawas menjelaskan duduk permasalahannya. Kembali Ke sang Kyai. Awalnya saya berfikir kisah sang kyai seperti kisah Abu nawas tadi. Tetapi setelah saya membaca sebuah petikan wawancara di sebuah website. dimana wawancara tersebut antara sang kyai dengan kelompok Islam Liberal atau lebih dikenal dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) menjelaskan alasan apa gerangan yang membuat sang kyai sampai berani mengeluarkan stateman tersebut (lengkapnya baca : Swaramuslim). dan alasannya adalah karena di dalam kitab suci Al-Qur’an ada sebuah ayat yang berbunyi "Seorang ibu menyusui anaknya". "itukan artinya mengeluarkan (ma’af) tetek. Porno kan ? " Alasan sang kyai. "Dan di inji atau kitab lain, tidak ada yang seporno itu". Tambah sang kyai. Saya sangat kaget dan kecewa. ternyata kisah sang kyai tidak seperti kisahnya abu nawas, seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Oleh karena itu saya
menulis di blog saya. ya.. semacam memberikan sudut pandang lain. kalo alasan sayang kyai adalah kurang malah tidak tepat. kenapa saya berkata demikian ? mari kita analisa lebih lanjut Sang kyai menjustisfikasi kalo Al-Qur’an adalah kitab paling porno lantaran mengandung ayat yang artinya "Seorang ibu menyusui anaknya". Sekarang saya tanya, Pornokah kata - kata tersebut ? Kalo pendapat saya, TIDAK. TIDAK sama sekali. Kalo kata "menyusui" dianggap oleh sang Kyai adalah porno lantaran kata "menyusui" itu mengeluar kan (ma’af) tetek itu terlalu berlebihan. Mungkin akan menjadi porno kalo kata itu sedikit saya rubah menjadi "Seorang ibu menyusui selingkuhannya di tengah jalan pas siang bolong". Tetapi yang disusui di sini adalah anaknya sebuah kewajiban dan naluriah seorang ibu kepada anaknya. menyusui pun dilakukan di tempat yang tertutup. Kalo tolak ukur porno atau tidaknya didasarkan atas adanya anggota tubuh yang dikeluarkan, seharusnya, kata "mandi" adalah kata yang paling porno. Loh.. kenapa demikian ? ya kita tahu kalo mandi itu harus melepaskan semua pakaian. yang dikeluarkan tidak hanya (ma’af) tetek saja tetapi SELURUH ANGGOTA BADAN. Seandainya saya kedatangan tamu dan tamu tersebut menanyakan kepada saya "mana bapak kamu" kemudian saya menjawab "bapak sedang mandi. silahkan ditunggu dulu" jawab saya seraya mempersilahkan sang tamu untuk duduk dan menyiapkan minuman. seharusnya jawaban saya dikatakan porno karena menyebutkan kata mandi dimana kata mandi itu sendiri mengeluarkan seluruh anggota badan. tapi apakah itu wajar ? tidak kan ? Ada lagi misalnya ada berita kriminal di TV yang menyebutkan "Pelaku di tangkap di kediamannya setelah mandi" kemudian tiba2 berita tersebut disensor dan izin siarnya dicabut. karena dicap porno. apa seperti itu ? tidak kan ? porno tidak pornonya bisa jadi disebabkan oleh kata-kata lain yang mendampinginnya. seperti kalimat Seorang ibu menyusui selingkuhannya di tengah jalan pas siang bolong". kata "mandi" pun bisa menjadi porno ketika ada contoh kalimat seperti ini "serorang gadis sedang mandi di pinggir jalan raya dan dilihat oleh banyak orang"
Al-Qur’an justru sangat hati-hati dalam penyampaiannya. karena kita tahu bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah. Tuhan yang menciptakan Langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Jadi tak mungkin Al-Qur’an terdapat kata2 porno. jurstru kata - kata yang digunakan sangatlah halus, terjaga kesopanannya. Misalnya untuk menjelaskan kata "berhubungan antara suami istri" saja, Al-Qur’an menjelaskan dengan sangat santun. Kata yang digunakan adalah "mendatangi","mencampuri".
Lihatlah……. sangat sopan sekali… Luar biasa…. kita tahu bahwa Al-Qur’an adalah Firman tuhan. Kemudian sang kyai menyatakan lagi bahwa di injil atau kitab yang lain, tidak ada kata - kata seperti itu. Kali ini, sang kyai benar. kenapa ? karena tidak ada agama lain yang selengkap agama Islam. Hanya islam yang mendampingi, menceritakan, menunjukkan jalan kehidupan manusia mulai dari proses penciptaan sampai alam akhirat nanti. Hanya Islam yang menjelaskan semuanya. Alhamdulillah….
Tetapi, mari kita lihat ayat di injil Kitab Kidung Agung Pasal 7 "betapa cantik betapa jelita engkau hai tercinta diantar segala yang disenangi. sosok tubuhmu seumpama pohon korma. dan buah dadamu gugusannya. kataku "aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan - gugusannya itu. kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafasmu hidungmu seperti buah apel"". silahkan anda menilai sendiri. Kalo menurut pendapat saya, kalimat tersebut bisa dikatakan porno. Saya kurang tau, apakah sang kyai belum sempat baca atau tidak membaca atau memang tidak mampu membaca. Padahal ayat Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan adalan surat Al-Alaq yang salah satu isinya "Iqro’" yang artinya "bacalah". di sini kita disuruh membaca. atau secara tersirat menjelaskan bahwa, bacalah! supaya kamu tau. Saya mohon ma’af jika dalam artikel saya kali ini, ada kata atau kalimat yang menyinggung persaan. Bukan maksud saya demikian tetapi hanya untuk menanggapi statemen Sang Kyai yang menurut saya keliru yang mungkin pada saat itu lupa atau khilaf dan semoga beliau menyadari, memohon ampun, serta diampuni oleh-Nya.amin..

mmg lu bener man!!!! GUSDUR tuh gak tau apa2 cuman cari2 sensasi aja, dan sok tau, remehin orang, bikin rusak agama
yang gw heran koq orang kayak gitu masih idup ya?
kitab sendiri dihujat, agama kafir dibela-bela
kayaknya kmu kudu posting Yehezkiel 23 nih!
Comment by kepalabatu — January 30, 2007 @ 3:17 pm
mmg lu bener man!!!! GUSDUR tuh gak tau apa2 cuman cari2 sensasi aja, dan sok tau, remehin orang, bikin rusak agama
yang gw heran koq orang kayak gitu masih idup ya?
kitab sendiri dihujat, agama kafir dibela-bela
Comment by kepalabatu — January 30, 2007 @ 3:19 pm