‘KEDZALIMAN’ Ambarrukmo Plaza
hari minggu yang panas, setelah wara-wiri kesana kemari, saya memutuskan untuk singgah di sebuah tempat untuk sekedar minum. Saya pilihlah sebuah tempat yang terkenal di jogja. Ambarrukmo plaza. sapa yang gk tau plaza ini. akhir tahun 2005 yang lalu baru dibuka.
Sengaja saya pilih tempat ini karena di lantai 3, terdapat sebuah cafe (tempat minum: red) yang cukup nyaman dan menyediakan fasilitas hotspot. karena kebetulan saat itu, saya membawa notebook yang ada fasilitas WiFI. jadi bisa konek internet. ya.. koneksi internet gratis. cuman bayar minum doang…
Plaza ambarrukmo mengklaim dirinya sebagai sebagai Mall terbesar se-jawa tengah.. woow… keren.. memang keren.. lengkapnya tentang Ambarrukmo silahkan baca di sini.
Tapi sayang sekali Plaza yang semegah itu tidak peka sama sekali dengan kebutuhan ibadah masyarakt jogja. kita tahu bahwa negara kita adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Tersebar di seluruh penjuru nusantara. Kita tahu bahwa di jogja mayoritas beragama islam. Malah, organisasi besar islam Muhammadiyah, didirikan di sini. KH Ahmad Dahlan sebagai seorang pendirinya. Sehingga sampe saat ini diabadikan sebagai nama salah satu Universitas terkenal di Jogja. Sayang sekali…. Plaza yang semegah itu, hanya memiliki satu buah Mushollah… dan itupun berukuran tidak lebih dari 4 x 4 meter. dan yang lebih parahnya lagi, berada di lantai yang sama dengan tempat parkir. dalam hati saya bertanya ? BETAPA DZALIMNYA PLAZA INI. masa plaza semegah ini hanya memiliki mushollah seperti itu. tidak sebanding dengan ukuran dan jumlah pengunjung plaza ini. apa karena investor Plaza Ambarrukmo (Amplaz) bukan muslim ya ? bisa jadi iya…
fenomena ini mungkin tidak hanya terjadi di Amplaz saja mungkin banyak kita jumpai di kota atau tempat lain. semoga dapat menjadi renungan buat kita semua…
